Senin, 24 September 2018

New Media

BIJAKLAH SEBAGAI PENCARI INFORMASI
BOLEH COPY-PASTE, ASAL CANTUMKAN SUMBER INFORMASI YANG DIDAPATKAN
====================================== 
                Hasil gambar untuk new media
               Tak dapat kita pungkiri, perkembangan teknologi media saat ini makin berkembang pesat. Tak hanya masyarakat kota saja yang ikut menikmati perkembangan teknologi media, namun masyarakat desa juga sudah dapat merasakan perkembangan media teknologi pada saat ini. Teknologi media saat ini memegang peranan paling penting dalam praktik komunikasi, sehingga menjadikan masyarakat menjadi masyarakat informasi. Bahkan pada saat ini, masyarakat yang melek akan teknologi dan selalu mengikuti perkembangan zaman disebut-sebut dengan generasi milenial.
              Tak hanya itu saja, perkembangan teknologi media semakin hari semakin bertambah banyak. Contohnya saja dengan kehadiran media sosial yang makin membludak di dunia pada saat ini, seperti instagram, path, telegram, dan aplikasi-aplikasi lainnya yang membuat masyarakat umum khususnya kaum muda masih terus menikmati perkembangan teknologi media ini. Namun disatu sisi, masyakarat yang terus menerus menikmati perkembangan teknologi media ini akan menjadi masyarakat yang paling menderita termasuk di negara-negara berkembang seperti Indonesia pada saat ini.

a.       Media Baru
Media baru berkembang begitu pesat. Seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi, komunikasi massa pun semakin canggih dan kompleks, serta memiliki kekuatan yang lebih dari masa-masa sebelumnya. Hal ini ditandai dengan munculnya media baru. Media baru mulai muncul kepermukaan pada tahun 1960, yang merujuk pada alat teknologi komunikasi yang makin berkembang dan beragam.
Teori media baru merupakan sebuah teori yang dikembangkan oleh Pierre Levy, yang mengemukakan bahwa media baru merupakan teori yang membahas mengenai perkembangan media. Dalam teori media baru, terdapat dua pandangan, pertama yaitu pendangan interaksi sosial, yang membedakan media menurut kedekatannya dengan interaksi tatap muka.
Pierre Levy memandang World Wide Web (WWW) sebagai sebuah lingkungan informasi yang terbuka, fleksibel dan dinamis, yang memungkinkan manusia mengembangkan orientasi pengetahuan yang baru dan juga terlibat dalam dunia demokratis tentang pembagian mutual dan pemberian kuasa yang lebih interaktif dan berdasarkan pada masyarakat.
Kemunculan media baru turut andil dalam memberikan pola perubahan berkomunikasi masyarakat. Salah satu contoh yaitu internet. Internet berguna sebagai alat komunikasi yang terhubung dari satu lokasi ke lokasi yang lainnya, bahkan internet dapat terhubung ke belahan dunia lainnya. Mengakses internet dapat dilakukan oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja, karena internet ini bersifat free access. Tidak hanya di laptop saja jika kita ingin mengakses internet, namun saat ini, kita juga dapat mengakses internet melalui hp dan smartphone yang kita miliki.

b.       Jenis-Jenis Media Baru
Adapun jenis-jenis media baru antara lain :
1.      Mikro komputer, perangkat lunak yang dihubungkan dengan mikro komputer lainnya dalam satu jaringan.
2.      Telekonferensi, berupa pertemuan kelompok kecil yang dimiliki oleh komunikasi elektronik interaktif antara tiga orang atau lebih dalam dua atau lebih lokasi terpisah.
3.      Teleteks. Layanan informasi interaktif yang memungkinkan individu untuk meminta frame informasi untuk melihat pada layar televisi rumah. Contohnya, penggunaan indovision di rumah-rumah
4.      Video teks. Layanan informasi interaktif yang memungkinkan individu untuk meminta frame dari komputer pusat untuk melihat tampilan pada layar video. Contohnya, aplikasi video call di Whatsapp dan messanger
5.      Komunikasi satelit. Komunikasi satelit terdiri dari pesan telepon, siaran televisi dan pesan lainnya dari suatu tempat di permukaan lain.
c.      Teknologi yang sudah tak hilang di perpustakaan
1.      Kipas Angin dinding, yang telah tergantikan dengan AC (Air Condition) menggantikan peran pendingin suhu ruangan di perpustakaan
2.      Mesin Cetak, yang telah tergantikan dengan komputer. Sehingga pustakawan muda dalam mengkatalog buku dan memudahkan pustakawan dalam pemberian nomor klasifikasi pada bahan pustaka, karena pada saat ini sudah ada aplikasi SLIMS (Senayan Library Information Management System).
3.      Munculnya mesin Scan di perpustakaan yang dapat memudahkan peran pustakaan menuju era digitalisasi sehingga koleksi yang sudah lama/terbilang tua dapat terus dilihat dan dimanfaatkan oleh pengguna perpustakaan.

11 komentar:

  1. Terima kasih atas informasinya sangat membantu dan menambah pengetahuan😊

    BalasHapus
  2. Jika media baru sudah berkembang dan menjadi lebih bermanfaat bagi masyarakat. Lantas bagaimana dengan media yang sudah lama atau kono, apakah masih perlu digunakan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dengan berkembangnya teknologi dari zaman ke zaman, maka sebaiknya kita tak perlu untuk menggunakan media informasi yang sudah lama. Agar kita dapat terus menerus mengikuti perkembangan zaman. Sebagai contoh, pengguna hp blackberry di zaman sekarang ini sudah sulit untuk kita temukan, karena dengan banyaknya keluaran hp-hp android yang memiliki fitur-fitur dan aplikasi-aplikasi yang lebih menarik pada saat ini.

      Hapus
  3. Sedikit saran nih untuk penulis, kipas angin dinding dan sapu/kain pel bukan merupakan teknologi yang telah usang di perpustakaan 😅 bahkan rumah-rumah pun bisa merubah kipas angin itu menjadi ac, bukan hanya di perpustakaan saja.
    Untuk selebihnya blog ini cukup bagus dan bisa nambah" ilmu tentang new media.

    BalasHapus
  4. Terimah kasih ata infonya ya somoga bermanfaat untuk semua pembaca 😀

    BalasHapus
  5. Terimah kasih ata infonya ya somoga bermanfaat untuk semua pembaca 😀

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalimat awal artikel anda, tertulis " Boleh copy paste asal mencantumkan sumber"
      lalu tulisan Anda sendiri tidak sumber referensi?
      Nilai: B

      Hapus